Rabu, 04 Februari 2009

-12- STIS Vs STAN

Ingat akan seorang kakak tingkat (lulusan STIS) yang akan menikah dengan salah seorang alumni STAN (baca postingan sebelumnya di sini), aku jadi teringat untuk menulis sedikit tentang ini. Dulu, waktu masih tahun pertama kuliah, aku sama sekali gak pernah tahu ada isu-isu yang mengatakan bahwa anak STIS banyak yang jadi sama anak STAN. Katanya siy, tahun pertama masih study oriented, tahun kedua organization oriented, tahun ketiga money oriented, dan tahun keempat marriage oriented. Loh kok jadi gak nyambung? Hehe... oke lanjut...

Semakin lama aku 'ngampus', semakin banyak yang aku tahu. Lama kelamaan aku jadi tahu beberapa isu, misalnya:

1. Anak STIS (baca: cewe STIS) kalo ditawarin anak STAN (baca: cowo STAN) pasti langsung mau. Disini yang jadi pokok bahasan adalah cewe2 STIS coz cewe2 STAN jumlahnya sangat minoritas.

2. Cewe STIS meskipun dah ada pasangan (baca: pacar), tapi kalo ada cowo STAN yang pedekate pasti langsung dipertimbangkan untuk berpaling.

Wedew, kok kayanya menyudutkan cewe2 STIS banget yah. Sebel dengernya. Mungkin memang kenyataannya banyak cewe STIS yang nikah sama cowo STAN (BPS Vs Depkeu). Tapi aku yakin bukan karena mereka alumni STAN, juga bukan karena mereka orang Depkeu sehingga mereka diterima. Ada hal lain yang lebih dilihat dan dipertimbangkan. Hal lain yang lebih penting. Di sini aku, sebagai salah seorang alumni STIS, ingin meluruskan bahwa isu-isu di atas sama sekali tidak benar. Banyak teman2ku yang nikah sama anak STAN, tapi bukan karena itu STAN, melainkan karena memang mereka "layak" diterima setelah dilakukan berbagai uji kelayakan. Halah... gaya amat.

Nah, ada hal lain lagi yang ingin aku soroti. Ternyata isu cewe STIS yang 'pasti mau' sama cowo STAN ini, kadang memicu beberapa anak STAN untuk menjadi arogan. Mereka (aku yakin hanya sebagian kecil saja) menganggap bahwa mereka punya posisi tawar yang tinggi di mata cewe2 STIS. Beberapa merasa terlalu pede tidak akan ditolak, bahkan menganggap bahwa cewe2 STIS itulah yang justru akan mengejar mereka. Uhh, betapa...

Aku jadi ingat dulu (waktu masih kuliah) pernah chatting dengan seorang cowo. Dengan bangganya dia bilang bahwa dia PNS Depkeu (alumni STAN). Waktu itu aku masih mahasiswa, jadi pas lawan bicara bilang dia PNS, yang ada dalam pikiranku hanyalah... "iiih, tua amat". Hehe... Tapi yang lebih menyebalkan adalah ketika dia bilang bahwa banyak anak-anak STIS yang 'diselamatkan' oleh anak-anak STAN dalam artian lokasi penempatan. Oke lah, lulusan STIS memang akan disebar ke seluruh Indonesia, kecuali ke Jawa. Jadi, misalkan ada cewe STIS (BPS) yang berasal dari Jawa lalu ditempatkan di Sulawesi, ketika dia menikah dengan cowo STAN (Depkeu) yang tugas di Jawa, maka dia akan pindah ke Jawa. Sempit banget pandangan kaya gitu. Emang bisa nikah cuma buat kepentingan itu aja?!

Lebih menyebalkan lagi ketika kemudian dia bertanya yang intinya adalah apakah aku juga tidak ingin 'diselamatkan'? Wuihh, aku muak. Alhamdulillah dia segera akan mengakhiri pembicaraan coz ada perlu apaaa gitu. Namun parahnya, dia kemudian menutup pembicaraan dengan memberikan nomor ponselnya kepadaku dan memintaku menghubunginya jika ingin melanjutkan obrolan. What?! Dia pikir aku akan mengejarnya karena hal itu?! No, thanks, Sir... Then I closed the window soon.

Begitulah... Meskipun kesal karena tingkah polahnya dalam dunia per-chatting-an yang tidak sesuai dengan kaidah Chatting Ideal menurutku, juga karena kesan arogan yang kudapat dari tiap kalimat yang ditulisnya di layar, aku tetap yakin bahwa dia yang ngobrol denganku itu hanyalah salah satu dari SEDIKIT anak STAN yang kadang merasa 'tinggi'.

37 komentar:

  1. DUWI: Katanya siy, tahun pertama masih study oriented, tahun kedua organization oriented, tahun ketiga money oriented, dan tahun keempat marriage oriented
    HYUU: aku jadi tau gimana pemikiran anak STIS waktu baru masuk kuliah

    DUWI: Cewe STIS meskipun dah ada pasangan (baca: pacar), tapi kalo ada cowo STAN yang pedekate pasti langsung dipertimbangkan untuk berpaling.
    HYUU: Aku punya pengalaman pribadi yang membuktikan hal ini adalah nyata (tapi aku ga bakal cerita...wekk :p)

    DUWI: Ternyata isu cewe STIS yang 'pasti mau' sama cowo STAN ini, kadang memicu beberapa anak STAN untuk menjadi arogan
    HYUU: Jangan digeneralisir yah...

    DUWI: Tapi yang lebih menyebalkan adalah ketika dia bilang bahwa banyak anak-anak STIS yang 'diselamatkan' oleh anak-anak STAN dalam artian lokasi penempatan
    HYUU: perasaan anak stan itu 60% di luar jawa deh..jadi ga semua kaya gitu.

    DUWI: Lebih menyebalkan lagi ketika kemudian dia bertanya yang intinya adalah apakah aku juga tidak ingin 'diselamatkan'?
    HYUU: Terlalu sombong dan playboy...tapi itu bukan aku loh..lha wong aku baru tau kalo STIS itu di Jakarta waktu lulus STAN kok (sebelumnya aku kira di BAndung)tapi aku tau kok orang depkeu di bagian mana yang biasa ngomong gombal kaya gini ^_^

    tapi bukan di direktoratku lohhh...:p

    ps: perasaan selama pengamatanku, anak BPS nikahnya ama anak KPPN deh..dan anak KPPN itu mutasinya nasional.Jadi ga ada istilah penyelamatan (wong akhirnya muter2 juga)

    -hyuu-

    BalasHapus
  2. endah_sk@yahoo.com send this email to me. She want me 2 post it here...

    "Kalau seseorang udah punya niat menikah, mereka cukup mempertimbangkan empat hal. Hartanya, nasabnya, ketampanannya, dan agamanya. Dan pilihlah yang punya agama, niscaya kamu beruntung.

    1.Harta: pernah baca cerita tentang seorang pejabat yang sedang jalan2 dengan istrinya (lupa nih baca dimana). Lalu mereka berhenti di pom bensin. Ternyata si penjaga pom bensin adalah mantan pacar istri pejabat tadi. Dengan bangga si pejabat bilang "Coba kalau kamu dulu menikah dengan dia,kamu bakal jadi istri penjaga pom bensin". Dan tanpa ragu sang istri menjawab "Coba aku dulu menikah dengan dia, mungkin kamu sekarang yang jadi penjaga pom bensin."

    Jadi, suami bisa jadi kaya, kalau kita pintar mensupport mereka. Dan suami bisa dengan mudah sengsara, kalau kita pintar 'morotin' mereka. Di sekitar kita pun mungkin banyak contoh laki2 yg jadi rusak justru setelah menikah. Jadi rugi donk kalau kita menikah cuma karena harta, kalau pada akhirnya kita sendiri punya andil besar buat bikin suami kita kaya?

    2.Nasabnya: wah, ini juga bagus. Kalau dari atas, udah ga bisa diubah lagi. Tapi yg ke bawah, kan masih bisa diperbaiki.

    3.Ketampanannya: Yah, bolehlah. Tapi apa iya bakal tampan terus? Rasa2nya umur 60 juga semua wajah sama. Sama2 keriput.

    4.Naah ini, bukan karena STANnya, tapi agamanya. Kalau kita menikah karena bagus agamanya, insyä Allöh semua dapet.

    Harta: mereka yg bagus agamanya, biasanya bertanggungjawab dalam memegang amanah, kalaupun ga kaya2 banget, tapi insyä Allöh hartanya 'berkah'. Mending dikit tapi berkah kan?

    Kalau soal nasab, dengan imam yang bagus agamanya, insyä Allöh kita bisa 'memperbaiki' keturunan.

    Ketampanan, wuih kalau ini rasa2nya semua muslimah setuju. Bukankah lebih indah dipandang wajah laki2 yg bercahaya karena air wudhu, daripada wajah tampan pria metro seksual?

    Jadi gimana? Masih mau mencari suami hanya karena anak STAN? Rugi kawan..."

    BalasHapus
  3. HYUU: Aku punya pengalaman pribadi yang membuktikan hal ini adalah nyata (tapi aku ga bakal cerita...wekk :p)
    WEE: Bisa jadi pengalamanmu memberikan satu bukti, tapi... as you said, gak bisa digeneralisir dunk

    HYUU: Terlalu sombong dan playboy...tapi itu bukan aku loh..lha wong aku baru tau kalo STIS itu di Jakarta waktu lulus STAN kok (sebelumnya aku kira di BAndung)tapi aku tau kok orang depkeu di bagian mana yang biasa ngomong gombal kaya gini ^_^
    WEE: Satu atap gak boleh saling ngatain gombal :p

    HYUU: perasaan selama pengamatanku, anak BPS nikahnya ama anak KPPN deh..
    WEE: mungkin itu karena anak BPS gak suka bayar pajak ^_^

    BalasHapus
  4. he..he..
    dulu sih ngrasa gitu juga..
    Anak STAN yang penempatan jawa...keren, Boleh lah..bisa membawaku pulang ke jawa tentunya..ha..ha..

    tapi ketika ada seseorang yang nyata..ternyata hal itu ga cukup untuk berkata "iya". ternyata banyak kategori yang akhirnya muncul...dan akhirnya enggak dech.
    emang sih mereka kelihatan keren...tapi anak STIS ga kalah keren kok he..he..

    BalasHapus
  5. Cie cie... yang hobinya jeruk minum jeruk. Dah dapet blom jeruknya mbak?! Hehe...

    Wah... ternyata arifah sempat jadi secret admirer-nya anak STAN juga yah. Hmm...

    BalasHapus
  6. he..he..
    sempat pernah mbak..tapi ga lagi kok..
    nah drmu pernah juga to???

    BalasHapus
  7. pernah apa fah? wah wah... aku gak ikutan loh...

    BalasHapus
  8. suaminya Anis Dyah9 Februari 2009 06.54

    ah...terserah apapun pendapat kalian
    emang STAN dan STIS itu cocok.
    buktinya adalah kami...ga usah jauh2 lah

    BalasHapus
  9. Wadoh doh... kalo cocok berarti jodoh, ato kebalik yah, kalo jodoh berarti cocok. No offense. Hanya menceritakan sedikit pengalaman, Pak. Betewe, salam yah buat Anis...

    BalasHapus
  10. wah kalo itu mah jodoh pak..

    BalasHapus
  11. 100 buat Arifah... ^^

    BalasHapus
  12. suaminya Anis Dyah10 Februari 2009 13.44

    as i said before...
    waht ever you say lah... :)

    BalasHapus
  13. you mean, anak stan punya nilai tawar yg tinggi hanya karena p4an mereka di jawa?bukan karena ketampanan atau baik hati?

    klo soal itu tentulah cowok2 stis lebih unggul ^^v

    BalasHapus
  14. hohoho, narsis dot com :D

    BalasHapus
  15. iseng-iseng browsing dapet tulisan ini....
    boleh komentar ya mbak....
    saya sebagai anak STAN kayaknya gak pernah dengar gosip(fakta) kayak gini... padahal da 3 taon lo kul di STAN... lagian belum tentu anak STIS bisa "diselamatkan".. wong anak STAN nya sendiri mayoritas ditempatkan diseluruh pelosok NKRI... yang di Jawa tu sebenarnya dikit banget...

    hub sama anak STIS kayaknya setahu saiya cuma sama-sama sekolah kedinasan saja..

    yang saya tahu sih anak STAN itu ya nyarinya anak STAN juga... jadi biar sama-sama anak depkeu...


    tapi masalah jodoh.. terserah yang diATAS la.. ya kan...



    salam kenal mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener bangeeet, anak STAN jelas jelas milih anak STAN juga laaah

      Hapus
  16. ya... lain orang lain juga yg didengar...
    salam kenal juga, tq dah mampir :)

    BalasHapus
  17. hai dek...gak nyangka bisa nyasar ke blogmu ini...pas baca2 karena pengen dftrin adek ke stis and stan....ternyata dikau dari bengkulu juga...bengkulunya mana???ni kakak di semarang asal selatan ni,,,manna...thanks ya...dah mo aktif he...3sukses!!!!

    BalasHapus
  18. Hai juga kak, selamat datang di blog ku yg sederhana ini. Jangan bosen2 mampir ya :)
    Aku aslinya Sum-Sel, kebetulan setelah lulus kemaren ditempatkan di Bengkulu, tepatnya di Kabupaten baru, Lebong. Silakan mampir ke Lebong kalo lagi pulkam ^^

    BalasHapus
  19. lulusan_stan24 Juli 2009 23.24

    penempatan boleh kalah...tapi penghasilan gak boleh kalah dunk...gaji bisa 4 kali lipat bro dari pegawai biasa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaah keren yaaaa anak STAN!!! salut dah

      Hapus
  20. Is it better, Sir??! ^^

    BalasHapus
  21. STIS ama STIS juga klop kok.

    BalasHapus
  22. jiahhh, yang masih anget2nya :D

    BalasHapus
  23. Mmmm.. kalo masalah byk yg klop antara STIS dgn STAN sii jarang ngeliatnya kak..
    Tapiii kalo ttg cwo STAN yg dgn pede'ny "Saya anak STAN" (hehehe.. maaf yaa !!) n sok2 mekarin bulunya buat narik perhatian cwe (kok jdi di analogiin kyk merak yaa ??) sii saya dah ada faktanya tuh..

    Jadii secara umum pas baca tulisan ini,, saya sii udah 'manggut-manggut' aja kak.. alias setuju..hehe..
    Oia,, salam kenal.. saya STIS angk.50 ^^,

    BalasHapus
  24. akunstan09.co.cc29 Oktober 2009 09.54

    Saya MaBa STAN sekaligus newbie minta saran untuk perkembangan blog baru saya,,, klo bginian nggak ngikut

    BalasHapus
  25. Salam kenal juga. Belajar aja dulu ya Put, soal beginian jangan dipikirin, hehe...

    BalasHapus
  26. Oke, Mahasiswa Baru giat2 belajar yah ^^

    BalasHapus
  27. Intinya kalo dah jodoh, mau gimana juga gak ngaruh STAN atau STISnya. Mungkin kebetulan aja banyak yang nyangkut :). Makasih dah mampir ^^

    BalasHapus
  28. wah,,, bacanya sambil ngakak dan manggut2 [tanda meng-iya-kan] mbak... nice share...

    walau sy ga punya pacar anak stan,, tapi emang pengamatan sy sejauh ini begitu.. xixiixixii

    BalasHapus
  29. Pengalaman pribadi ya? Hehe, sekedar cerita dikit2 aja sih, lumayanlah kalo bisa bikin ketawa (setidaknya senyum2) :). Jangan bosen2 mampir ya...

    BalasHapus
  30. @ Adit : oalah boy...boy..lebay men tho kowe..

    saya alumni STAN dan sekarang kerja di pajak...dolo pas masih kuliah pernah pacaran sama cewek STIS. Jujur cewek STIS lebih cantik, lebih menarik n lebih bening daripada cewek STAN,,makanya saya pacaran sama anak STIS... ;)

    BalasHapus
  31. Hehe, itu karena di STIS ceweknya jauh lebih banyak dibanding di STAN. Dengan kata lain, pilihannya lebih banyak, gitu :-D

    BalasHapus
  32. aku bakal lulus SMA tahun ini . Disuruh mama pilih STIS atau STAN . setelah baca artikel ini , tambah bingung pilih mana XD

    BalasHapus
  33. STAN angkatan masuk tahun 2013; perbandingan jmlah cewek:cowok nya lebih proporsional dari tahun-tahun lalu

    BalasHapus
  34. hai kak.. jd ketawa sendiri baca tuh komen komennya wkwk. btw, kakak msh brp tahun lg masa ikatan dinasnya? dan kalau sudah selesai dengan masa ikatan dinas tsb, bagaimana penempatan kerja selanjutnya, kembali ke kota asal atau bagaimana ya? terima kasih kak :)

    BalasHapus
  35. Boleh request tentang kerjaan setelah lulus di STIS ga mbak,(include gaji nya jga). Thanks sebelumnya

    BalasHapus