Senin, 01 Oktober 2012

-94- 1'st Anniversary

Satu tahun yang lalu pada tanggal yang sama seperti hari ini, harinya adalah Sabtu, dimana sekitar jam 2 siang kami melaksanakan akad nikah. Nothing's to celebrated memang. Hanya saja, di tanggal yang sama setahun kemudian, aku ingin mengenang bahwa pernikahan kami ternyata sudah mulai menginjak hitungan tahun. Meskipun baru angka satu, penunjuk bahwa kehidupan sebenarnya baru saja dimulai. Dan mungkin saja, hanya aku satu-satunya yang mengingat tanggal ini dengan baik.

Aku memang tidak suka perayaan ulang tahun, ulang tahun apapun. Tapi aku juga tidak menentang jika ingin menjadikan momen tersebut sebagai momen memberi hadiah, misalnya, atau sekedar memanfaatkan waktu yang pas untuk mengungkapkan doa dan sayang yang mungkin biasanya hanya tersimpan rapi di sudut hati. Apapun itu, yang penting aku harus selalu bersyukur atas setiap momen bersama, atas berlalunya setiap waktu. Aku ingin menghargai setiap pertambahan bilangan usia itu, karena belum tentu ia akan lama berpihak kepadaku.

Alhamdulillah Ya Rabb... Terima kasih banyak atas satu tahun yang telah Engkau berikan. Terima kasih banyak atas setiap suka yang telah Engkau anugerahkan. Terima kasih banyak atas setiap secuil pelajaran hidup yang begitu mahal, yang tak pernah kudapatkan dari sekolah formal manapun. Terima kasih banyak atas semuanya, yang menjadikanku ibarat keran air yang tiba-tiba menjadi tertutup, tak lagi bisa mengucurkan aksara untuk menceritakannya.

Teruntuk suamiku sayang

Sudah satu tahun sayang, dan ternyata kita bisa melewatinya. Alhamdulillah ya... Satu tahun pertama yang entah kenapa terasa begitu cepat berlalu. Bulan segera berganti tanpa hendak berhenti bahkan untuk menyapa. Satu tahun untuk saling mengenal lebih dan lebih lagi. Satu tahun untuk saling memahami lebih dalam. Satu tahun untuk mengendalikan ego demi menyambung potongan kayu yang telah diikrarkan untuk direkatkan selamanya, semakin kokoh seiring waktu. Satu tahun untuk semakin menguatkan tekad meraih mimpi. Satu tahun untuk menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Satu tahun untuk terus menerus menyemai benih cinta dan sayang, mengikat rasa dalam koridor yang benar, halal, dan diberkahi. Satu tahun untuk selalu belajar menyelaraskan langkah.
(Tuh kan, aku selalu gagal menahan air mata setiap kali memfokuskan perasaan ketika memaknai sebuah ulang tahun. Bagaimana bisa orang-orang itu merayakan ulang tahun dengan sukacita, tertawa senang seolah tahun berikutnya akan selalu ada. Bergembira atas berkurangnya jatah waktu untuk selalu bersama. Bagaimana bisa?)
Sudah satu tahun sayang. Aku bersyukur atas setiap waktu bersamamu, waktu yang begitu berharga, waktu yang ingin selalu kugenggam. Aku bahagia atas kasih sayang tanpa henti, yang kuyakin mampu menundukkan himalaya. Rasanya aku tidur dengan nyaman ketika engkau disampingku. Rasanya hidupku aman ketika engkau mendampingiku. (wadawww, aku kok melow amat nulisnya yak...)

And I call you, home...

Terima kasih sayang, atas peluk cium yang selalu kurindukan. Atas sayang dan perhatian yang tak pernah lelah. Atas seni berkehidupan yang sudah engkau bagi. Terima kasih sudah menjadi suami dan ayah terbaik bagi kami. Maafkan aku atas setiap ego yang tak mampu terkendali, atas setiap buruknya suasana hati yang tak mampu tersimpan, atas setiap kelalaian dalam mengurus urusanmu, atas semuanya... semua tugas yang mungkin belum mampu kupikul dengan benar.

Allah Engkaulah yang Maha segalanya, Engkau yang menggenggam kehidupan, Engkau sebaik-baik dalang, berkahilah kami selalu Ya Rabb. Jagalah keluarga kami, kuatkan ikatan kami, sucikan cinta kami, baikkanlah kami, jadikan kami senantiasa saling melengkapi sepanjang usia. Amiin...

4 komentar:

  1. romantis nian wiii,

    semoga menjadi keluarga sakinah ya, dan selalu dalam keberkahan Allah SWT. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti pas nulisnya lagi melow :)

      amiinn, barokallah juga buat irma sekeluarga.

      Hapus
  2. happy anniversary buk... ehem :)

    BalasHapus