Selasa, 28 Juli 2009

-51- Jangan Lebih Dari 25!!!

"… jangan lebih dari 25!"

Bukan satu atau dua orang saja yang pernah mengucapkan kata-kata itu. Aku tidak ingat persis berapa jumlahnya. Yang aku ingat hanya angka dua dan lima, 25. Seolah-olah angka tersebut akan menjadi angka keramat bagi setiap orang dengan jenis kelamin berkode 2. Hmm, berarti aku juga termasuk ne…

Scene 1

Seorang anak yang baru lulus kuliah lalu bekerja bercerita tentang pekerjaan kantor kepada orangtuanya. Ngerjain A, nulis B, ngawas C, pergi ke X, Y, Z, bla bla… Orangtua tersenyum, mendengarkan, dan memberi tanggapan dengan seksama sambil berpikir, "Hmm, anakku sudah tambah dewasa."

Seiring berjalannya waktu, tetap saja sang anak seperti disibukkan oleh pekerjaannya. Tak pernah sekalipun ia bercerita tentang calon suaminya. Orangtua pun memberi wejangan, "Sibuk boleh aja Nak, tapi jangan sampai terlena, umur itu terus bertambah, jangan lebih dari 25. Kalo dah ada yg cocok suruh sini… bla… bla…"

Scene 2

Seorang atasan sedang ngobrol ringan bersama beberapa stafnya. Kebetulan ada dua orang staf wanita yang masih lajang. Karena masih sorangan, mereka pun jadi bahan becandaan rekan-rekan dan atasannya.

Atasannya bilang, "Iya, jangan kelamaan nikah, cari aja orang sini, kan gampang…"

Si Wanita Lajang menimpali, "Yaks, gak segampang itu kali…"

Atasan kembali memberikan pernyataan, "Jangan lebih dari 25 aja, soalnya kalo lebih dari 25 sebutannya dah beda."

"Beda gimana Pak?", tanya si wanita.

"Ya kan penyebutan umur tu biasanya 17 tahun ke atas, 21 tahun ke atas, 25 tahun ke atas… setelah itu masih lama, 40 tahun ke atas…", dengan santainya Pak Bos menjawab.

Hahaha, ada-ada aja sih :D

Scene 3

Seorang wanita lajang dan sudah bekerja mengadakan perjalanan darat menuju provinsi tetangga. Perjalanan itu ia tempuh di malam hari menggunakan bus. Kebetulan teman seperjalanan yang duduk di sebelahnya adalah seorang laki-laki muda, sudah menikah, mempunyai dua orang anak, dan senang mengajaknya ngobrol sepanjang malam.

Setelah laki-laki tersebut tahu bahwa lawan bicaranya sudah bekerja dan masih sorangan, ia lalu menebak-nebak usia si wanita.

"Emang umurnya berapa mbak? 23 ya?", tanya si bapak.

"Iya Pak, kok bisa tahu sih?", wanita balik bertanya.

"Nebak aja kok dari obrolan-obrolan sebelumnya… Wah, masih muda ya, baru 23. Gpp, masih single, masih bisa lah lamaan dikit nikahnya. Pokoknya jangan lebih dari 25 aja mbak. Maksimal lah nikah umur 25."

"Loh, emang kenapa Pak?"

"Ya itu tadi, cewe kuliah dah selesai, dah kerja juga, padahal masih muda. Jangan-jangan malah dah punya jabatan ya… Ntar malah lupa nikah. Atau malah cowo-cowo malu dan gak pede mau deketin. Yang jelas ingat aja pesan saya tadi ya mbak. Jangan lebih dari 25. Gpp kan dalam perjalanan gini diingetin? Sesama muslim kan harus saling mengingatkan."

"Gpp kok Pak. Doakan saja deh…"

***

Begitulah…

Jadi wahai para wanita lajang. Jika tidak ada lagi yang menghalangimu untuk menikah, ingat-ingatlah pengalaman orang-orang di atas. Jangan lebih dari 25! ^^

12 komentar:

  1. shedenk[dot]com28 Juli 2009 20.28

    salam kenal nih,bagus tuh ceritanya,moga sukses selalu!!!

    BalasHapus
  2. Salam kenal juga. Tengkyu dah mampir :)

    BalasHapus
  3. Admind OSIS SMANCI30 Juli 2009 09.32

    aslmkm. Bagus banget ceritanya tuch....
    Mulai ng-blog sejak kpn??
    saya pengguna baru ne....
    semoga bisa berbagi cerita laennya yach..
    salam kenal !!! Wasslm

    BalasHapus
  4. Waalaykumsalam Wr Wb
    Makasih dah mampir, aku juga masih newbie kok. Blog ini baru dibuat awal tahun 2009.
    Salam kenal juga... Keep blogging ^^

    BalasHapus
  5. kyknyo pengalaman sendiri neh yang diceritoin...wee sendiri kapan ndak nikahnyo?eh, post yang selanjutnyo tu dak biso di baco lengkap..selalu ditolak BPSnet.

    BalasHapus
  6. Pengalaman sendiri?! Hmm, ado yang iyo, ado jugo yg bukan. Dari berbagai sumber lah...
    Hehe, sebelumnyo sudah ado yg bilang bahwa ntu postingan ditolak BPSnet. Gpp, sengajo dipilih judul itu cz ado sedikit hal yg mo 'diteliti'.

    Eniwei, guest sp y???

    BalasHapus
  7. Kak seorang lulusan stis ya???
    Gimana setelah lulus stis??

    BalasHapus
  8. Iya... setelah lulus? Hmm, masih idup kok sampe sekarang, hehe...

    BalasHapus
  9. hahahaha betul tuh wi, nah kalo dah nikah sebelum 25 ado cerito tambahan, punya anaknyo sebelum 30 :)

    BalasHapus
  10. Iya buk... tp skrg aku lg was2 sebelum 25 ne T.T

    BalasHapus
  11. mbaak, kalau jangan lebih dari 25, berarti tahun depan doong? huaa, mulai nyari2 dah.. :D

    BalasHapus